Leave With Smile

To leave the world with a smile..

Archive for the ‘Islam’ Category

Islamic Posts

Komentator Ulung

Posted by leavewithsmile on February 17, 2013

Beberapa waktu lalu saya membaca twit dari @duniasoccer yang berisi kira-kira “Rooney gagal penalti”. Di bawahnya saya melihat comment dari seseorang yang isinya: “Dasar Rooney bego.”

Saya bukan pendukung MU dan juga bukan fans Rooney. Tapi kita bisa tahu, Rooney adalah pemain bola top yg hanya gagal eksekusi penalti. Saya pikir yang agak pantas meledek Rooney adalah pemain bola yang lebih hebat dari Rooney seperti Lionel Messi.

Tapi komentator di atas adalah orang Indonesia yang jadi pemain timnas pun tidak. Ia hanya orang biasa yang suka nonton bola. Sangat tidak pantas berkata demikian.

Teringat perumpamaan dari Imam Al Ghazali. Beliau mengatakan bahwa manusia adalah komentator ulung. Takkan habisnya manusia berkomentar. Seumpamanya jika ada bapak dan anak menunggangi seekor keledai, maka orang-orang yang melihatnya akan berkata: “Duhai tega sekali bapak dan anak itu, kasihan sekali keledai itu ditunggangi dua orang”. Jika keduanya berjalan kaki di samping keledai, maka orang-orang yang melihatnya akan berkata: “Duhai bodoh sekali kedua orang itu menuntun keledai, bukannya dinaiki”. Jika sang bapak naik keledai dan anak berjalan di sampingnya, orang-orang yang melihatnya akan berkata: “Duhai jahat sekali si bapak terhadap anaknya”. Jika anaknya naik keledai sedang bapaknya berjalan, orang-orang yang melihatnya akan berkata: “Sungguh anak yang durhaka membiarkan bapaknya lelah berjalan”.

Sungguh manusia komentator ulung. Tak terkecuali penulis blog ini. Teringat pula Nabi SAW bersabda: “Hendaknya seorang mukmin berkata baik atau diam”. Tidak sepatutnya kita memberi komentar negatif atau meledek. Diam lebih baik daripada berkomentar tidak penting. Jika ada yang kurang baik di sekitar kita, hendaklah kita memberi masukkan positif yang membangun. Bukan cuma mengomentari tanpa memberi solusi. Hanya kepada Allah kita memohon taufik dan hidayah. Semoga Allah melindungi kita dari komentar tak berguna.

Posted in Islam, Originally Mine | Tagged: | Leave a Comment »

Lihat Lebih Luas – Salah Satu Obat Hati

Posted by leavewithsmile on September 4, 2011

Pada suatu pagi di hari kedua Idul Fitri, Udin (bukan nama sebenarnya) tiba-tiba berkata: “Si Tante terlalu memanjakan Adiknya”. Saya pun bertanya ke Udin: “Mengapa kamu berkata demikian?”. “Tuh lihat, saat Sang Adik ingin cuci piring, si Tante malah melarang dan malah nyuruh si Budi (juga bukan nama sebenarnya)”, jawab Udin.

Saya pun bertanya kepada Tante perihal mengapa tak membiarkan adiknya untuk mencuci piring. Sang Tante pun menjelaskan: “Adik Tante itu orangnya kurang bersih. Kalo cuci piring, dia biasanya ga pake sabun. Dikucek pake air doang.. Kamu ga mau kan kalo piring tempat makanmu itu cuma hasil kucekan tangan doang. Nah kalo si Budi, dia udah ngerti banget kalo Tante orangnya higienis.”

Akhirnya saya menjelaskan alasan Tante tersebut kepada Udin. Akhirnya Udin mengerti dan membatalkan judgement-nya terhadap Sang Tante. Bisakah kita bayangkan andai si Udin tidak mengetahui alasan tersebut dan tertanam judgement tersebut di otaknya lalu dia menyampaikan kepada keluarganya: “Eh si tante itu manjain adiknya banget lho.. buktinya kemarin tuh.. bla bla bla…”. Bayangkan lagi bila Tante mengetahui dari keluarganya bahwa si Udin menjelek-jelekkan dirinya. Bisa-bisa putuslah hubungan silaturahmi antara tante dan keponakan hanya karena si keponakan tidak bisa melihat lebih luas. 

Betapa banyak kejadian serupa terjadi di sekitar kita. Hanya karena seseorang melakukan suatu yang bertentangan dengan pemikiran kita, kita langsung men-judge si A itu gini, si B itu gini, tanpa memperdulikan apa alasan dari orang-orang tersebut. Apalagi bila kita mendengar keburukan si A dari orang lalu kita ikut benci terhadap si A. Padahal kita tidak tahu siapa si A sebenarnya. Na’udubillah min dzalik.

Juga saya memiliki teman bernama Elang Gumilang (boleh dicari di Google). Dia menceritakan kebiasaannya yang sering keluar pada tengah malam. Orang-orang zaman sekarang pasti banyak yang berpikir: “Bejat juga tuh orang, doyan clubbing malem-malem.” Yang lebih buruk lagi, apabila setelah berpikir demikian, langsung menyampaikan kepada orang lain: “Eh, si Elang ternyata bejat juga ya, doyan clubbing malem-malem.” Astagfirullah. Padahal kalo mereka tahu, Elang itu sering keluar pada malam hari untuk memberikan makanan pada pengemis di jalanan. Subhanallah.

Maha Suci Allah yang berfirman dalam Qur’an:Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu adalah dosa” (49:12).

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela” (104:1).

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita sebagai manusia untuk melihat lebih luas akan segala sesuatunya. Jangan hanya karena hal kecil, kita langsung menyimpulkan sesuatu yang besar. Padahal pengetahuan kita sangat terbatas. 

Bila kita melihat perbuatan seseorang yang aneh dan bertentangan dengan pemikiran kita, maka tanyalah alasan perbuatan tersebut bila memungkinkan. Bila ternyata alasannya adalah positif (seperti Tante dan Elang tadi), sepatutnya kita bertasbih dalam hati. Bila ternyata alasannya adalah negatif, maka kita wajib memberikan nasehat dengan cara yang baik. Bila dia tidak mau menjelaskan alasannya atau kita tidak bisa menanyakannya, maka ber-husnuzon (berprasangka baik) adalah yang terbaik.

Tapi ini tentu ga berlaku untuk perbuatan yang jelas-jelas zholim, contoh: ada ibu-ibu lagi dijambret, trus kita tanya ke jambret: “Kenapa anda menjambret?” Hehehe. Keburu kabur jambretnya.

Pernah saya baca kisah tentang sepuluh orang buta yang diminta untuk memegang seekor gajah. Orang buta pertama memegang belalainya saja. Orang buta kedua memegang gadingnya saja. Orang buta ketiga memegang ekornya saja. Dan seterusnya. Setelah itu ditanyakan kepada mereka: “Gajah itu seperti apa?” Lalu orang buta pertama menjawab: “Gajah itu panjang seperti pipa 1 meter”. Orang buta kedua menjawab: “Gajah itu keras dan tajam”. Dan seterusnya.

Dari sini kita dapat mengambil hikmah bahwa sesuatu itu memiliki beberapa sudut pandang atau dimensi yang berbeda, sehingga kita tidak boleh menganggap bahwa pendapat kita adalah yang paling benar dan mutlak.

Semoga kita termasuk orang yang dirahmati Allah dan terhindar dari penyakit buruk sangka dan ujub (merasa paling benar). Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah dan termasuk orang-orang yang ikhlas.

Posted in Islam, Originally Mine | Tagged: , | 1 Comment »

Buka Tutup Gudang Rezeki

Posted by leavewithsmile on September 25, 2010

Tahu fungsi kunci, kan? Yap, menutup dan membuka semua jenis pintu dari mulai pintu lemari sampai gudang harta. Kehidupan dunia ini merupakan gudang penyimpanan rezeki bagi setiap mahluk yang bernyawa sebagaimana termaktub dalam hadis berikut :

“Malaikat Jibril membisikkan kepadaku bahwa setiap jiwa tidak akan keluar dari dunia (mati) hingga genap umurnya dan telah menghabiskan rezeki (yang menjadi jatahnya). Maka baguskanlah kalian dalam mencari rezeki, jangan sekali-sekali mengusahakan rezeki cepat datang dengan cara (yang mengandung) maksiat pada Allah Swt. Karena sesungguhnya Allah Swt tidak akan memberikan apa yang ada di sisiNya, kecuali dengan melakukan ketaatan padaNya.” (HR Thabrani).

Nah, apa saja kunci bagus yang bisa membuka pintu gudang kehidupan hingga memungkinkan kita untuk meraih rezeki yang tersimpan di dalamnya? Rangkaian kutipan dalil naqli berikut akan memberikan jawabannya :

1. ‘…, dan siapa pun yang ingin mendapatkan rezeki hendaknya ia memohon ampun pada Allah Swt (istighfar)…’ (HR Baihaki).
‘Siapa yang langsung membaca istighfar maka Allah Swt akan…memberi rezeki yang tidak ia duga.’ (HR Abu Daud dari Ibnu Abbas).

2. ‘Siapa yang bertakwa kepada Allah Swt niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka. Dan siapa yang bertawakal kepada Allah Swt, maka (Dia) akan mencukupkan (keperluannya)…’ (QS Ath-Thalaq, 65:2-3).

3. ‘Siapa yang senang dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka sambunglah tali silaturahim.’ (HR Bukhari dari Anas bin Malik).

4. ‘Wahai kalian semua, kerjakanlah haji dan umrah secara beruntun, karena runtunnya haji dan umrah itu menambah umur dan rezeki…’ (HR Tirmidzi dari Abdullah bin Amir).

5. ‘Berpagi-pagilah kalian dalam mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhan hidup yang lain, karena pada pagi hari terddapat barakah dan kemenangan.’ (HR Thabrani dari Aisyah r.a.).

6. ‘Siapa yang mendapatkan harta dari cara dan sebab tertentu (bisnis atau bekerja), maka hendaknya ia terus menekuni dari cara itu.’ (HR Ibnu Majah dari Anas bin Malik).

7. ‘Wahai anak Adam, jangan sampai kalian tertinggal untuk melakukan ibadah kepadaKu dengan empat raka’at di awal hari (shalat Dhuha), maka Aku akan cukupi kamu hingga akhir hari.’(Hadis qudsi)

8. ‘Pancinglah rezekimu dengan sedekah.’(HR Baihaki).

Rezeki yang melimpah bukanlah sebuah kemustahilan untuk dicapai andai istiqanah dalam menjalankan semua teladan yang diberikan oleh Rasul Saw dengan batas-batas terbaik dari kesanggupan kita sebagai umat beliau.
Lantas apa saja hal-hal yang bisa membuat pintu gudang rezeki tertutup rapat-rapat dan menghalangi akses kita untuk menjangkau kebaikan dan manfaat yang tersimpan di dalamnya? Berikut ini adalah rangkaian tindakan yang bisa membuat kunci berputar menutup jalan keberuntungan kita :

1.’…seseorang menolak rezekinya dengan perbuatan dosa yang telah dikerjakannya.’(HR Ibnu Majah dari Tsauban).

2.’Takutlah kalian akan perbuatan zina karena di dalamnya terdapat empat hal; (yakni) menghilangkan ketampanan wajah, menutup pintu rezeki, membuat Allah swt marah, dan pelakunya akan kekal di dalam neraka.’(HR Thabrani dari Ibnu Abbas).

3.’…dan siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya, maka Allah Swt menjadikan kefakirannya seolah tampak di antara kedua matanya…’ (HR Tirmidzi dari Anas bin Malik).

4.’Janganlah kalian merasa terburu-buru untuk mendapatkan rezeki karena sesungguhnya seorang hamba tidak akan mati hingga ia sampai pada akhir (menghabiskan) rezeki yang telah menjadi jatahnya…’ (HR Hakim dari Jabir bin Abdullah).

Mari mainkan kunci dengan benar untuk menangguk rezeki halal lagi penuh manfaat bagi kemaslahatan dunia – akhirat.

Source:
http://m.kompasiana.com/?act=r&id=268981

Posted in Islam | Tagged: | 1 Comment »

Another Inspiration: Ikhlash

Posted by leavewithsmile on September 7, 2010

Dari Al Qur’an yang mulia, diceritakan bahwa setelah Adam diciptakan, Allah SWT memerintahkan kepada makhluk-Nya untuk sujud kepadanya. Maka semuanya bersujud kecuali syetan. Syetan berkata bahwa ia lebih mulia daripada manusia karena ia diciptakan dari api, sedangkan Adam diciptakan dari tanah.

Maka Allah mengutuk syetan, dan syetan meminta penangguhan hingga akhir zaman. Dan dikabulkan. Syetan mengatakan bahwa ia akan menyesatkan semua manusia, kecuali manusia yang ikhlash (illa ibadikal mukhlashiin).

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa ikhlash adalah berbuat hanya karena Allah dan tidak berbuat karena Allah. Seorang tabi’in (Saya lupa namanya) mengatakan bahwa ibadah yang ditunda karena takut terlihat manusia pun tergolong tidak ikhlash, kenapa? Karena dia menunda ibadahnya karena ada manusia, bukan karena Allah.

Seseorang pernah mengajak saya untuk bersilaturahmi ke rumah kerabatnya supaya dapat uang THR yang banyak. Alhamdulillah saya segera dapat mengingatkannya untuk beristigfar karena niatnya bersilaturahmi bukan karena Allah, tapi karena uang. Na’udzubillahi min dzalik.

Begitu juga hendaknya saat kita melakukan amalan lainnya, pada awal niatnya hendaklah agar selalu melibatkan Allah demi keikhlasan padaNya. Berangkat kerja, ingatlah Allah, supaya dapat keridhaan-Nya, juga agar terhindar dari syetan yang terkutuk.

Cukup sederhana. Begitulah ilmu saya. Sangat sedikit dan terbatas. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan dapat diterima Allah sebagai amal ikhlas. Amin.

Wallahu’alam.

Posted in Islam, Originally Mine | Leave a Comment »

Rahasia Sunnatullah

Posted by leavewithsmile on July 14, 2010

Rahasia Sunnatullah | dakwatuna.com

dakwatuna.com – Dalam sebuah pengajian di Masjid Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Los Angeles, seorang bertanya mengenai beberapa Negara yang tadinya lemah, tetapi kerana kerja keras mereka kini menjadi bangkit. Seperti Korea dan Jepang. Padahal mereka dalam pengelolaan sitem bernegara tidak pernah mengatasnamakan syariah. Demikian juga negara-negara maju lainnya di Eropa maupun di Amerika. Sementara umat Islam hanya berteriak syariah, tetapi mereka belum bangkit-bangkit.

Di manakah yang salah?

Memang pertanyaan seperti ini kerap kali muncul. Kalau tidak diimbangi dengan keimanan yang kuat dan pemahaman yang luas, bisa saja seseorang salah paham, lalu tiba-tiba ia keluar dari Islam. Sebab pada kenyataannya banyak negara umat Islam yang tidak berdaya dan tidak berwibawa. Bahkan mereka tidak sanggup menyelesaikan persoalan mereka sendiri secara internal. Lalu bagaimana cara menjawab pertanyaan seperti ini?

Saya jelaskan bahwa di alam ini ada dua sistem: Pertama, sistem yang didisain secara khusus untuk mengatur jalannya segala wujud, sehingga semuanya berjalan dengan rapi dan terartur. Ini disebut dengan sunnatullah, dan para ilmuan sering menyebutnya dengan istilah hukum alam. Kedua, sistem yang diturunkan melalui wahyu, untuk mengatur dan menuntun bagaimana manusia hidup di muka bumi sehingga tidak bertentangan dengan tujuan yang telah Allah swt. tentukan, ini disebut dengan syari’atullah. Adapun mengenai sunnatullah siapa saja yang mematuhinya ia akan mendapatkan manfaat secara duniawi. Tidak ada bedanya antara orang yang beriman maupun yang tidak. Sebab sunnatullah lebih berupa hukum kausalitas (sebab mesabab). Ia bersifat matematis. Siapa yang bersungguh-sungguh dapat manfaatanya. Siapa yang makan, kenyang sekalipun ia tidak beriman, dan yang tidak makan, lapar, sekalipun ia beriman. Dalam hal ini pernah dicontohkan dengan dua tempat. Satunya masjid dan satunya tempat maksiat. Secara sunnatullah tempat maksiat lebih patuh, yaitu di atas bangunan tersebut dipasang penangkal petir. Sementara masjid mengabaikan sunnatullah, dengan anggapan bahwa itu tempat ibadah. Maka tidak perlu diberi penangkal petir. Apa yang terjadi kemudian adalah bahwa tiba-tiba petir menyambar, masjid itu hancur dan tempat maksiat itu tidak.

Di sini menarik untuk dicatat bahwa hidup di dunia tidak cukup hanya dengan patuh kepada syariatullah tetapi juga harus patuh kepada sunnatullah. Islam bukan hanya ikut syariatullah tetapi juga ikut sunnatullah.

Rasulullah saw. tidak hanya mengajarkan shalat dan puasa tetapi juga mengajarkan kejujuran dan keadilan, kerapian, kerja keras, kedisiplinan, kesungguhan menegakkan hukum (sisi yang kedua ini termasuk sunnatullah). Islam tidak hanya melarang tindakan mengabaikan shalat, puasa dan ritual lainnya, tetapi juga melarang sogok menyogok, korupsi, menipu, kedzaliman dan sebagainya. Dalam kenyataan sehari-hari di tengah umat Islam masih banyak yang tidak mengambil Islam secara lengkap. Islam hanya diambil sisi syariahnya (baca: ritualnya) saja. Sementara sunnatullah di lapangan sosial diabaikan. Kebiasaan korupsi, menipu, sogok menyogok, tidak jujur dianggap pemandangan yang biasa. Sementara negara-negara maju, sangat takut dari kebiasaan seperti ini. Setiap tindakan menipu, sogok-menyogok, korupsi dan lain sebagainya, sekecil apapun mereka lakukan, maka akan ditindak secara hukum dengan tegas. Karenanya mereka maju secara keduniaan.

Sementara di sisi lain kita menyaksikan orang-orang Islam tidak berdaya. Mereka mati dipojok masjid, dan tidak bisa memberikan kontribusi bagi kemanusiaan secara luas. Padahal dalam sejarah Islam, telah terbukti bahwa umat ini pernah memimpin seperempat dunia, dengan kegemilangan sejarah tak terhingga bagi kemanusiaan. Puncaknya di zaman Umar Bin Khatthab lalu di zaman Umar bin Abdul Aziz. Pada zaman itu tidak ada seorangpun yang didzalimi. Umar bin Khaththab pernah mengumumkan bahwa anak bayi dari sejak lahir sampai umur lima tahun, ditanggung oleh negara. Dan ternyata aturan ini kini dipraktikkan di Amerika.

Seluruh pajak pada zaman itu benar-benar disalurkan secara benar. Tidak ada yang diselewengkan. Ditambah lagi dengan kewajiban zakat yang secara khusus disiapkan untuk membantu kemanusiaan. Kareananya pada zaman ke dua Umar tersebut rakyat tidak hanya mencapai puncak kesejahteraan tetapi juga mendapatkan keadilan hukum secara proporsional.

Di negara-negara maju ternyata telah mempraktikkan ini. Mereka hidup di atas pajak. Dan secara tarnsparan pajak-pajak tersebut dikelola dengan benar. Baik untuk pengembangan infra-struktur maupun untuk kebutuhan sosial secara umum. Semakin banyak tuntutan kebutuhan infra-struktur dan sosial semakin mereka tingkatkan pajaknya. Dalam perjalanan yang saya alami ke kota-kota besar di Kanada dan Amerika, saya banyak mendegar cerita bahwa belum pernah di sana ada seorang pasien ditolak masuk rumah sakit karena tidak punya biaya. Para homeless dan jobless (orang-orang yang tidak punya rumah dan tidak punya pekerjaan) mendapatkan tunjangan khusus dari negara berupa tempat tinggal dan kebutuhan makanan. Orang-orang jompo dirawat dan ditanggung oleh negara. Bagi mereka menyelamatkan kemanusiaan adalah hal yang harus diprioritaskan.

Dalam Islam, semua variable dan contoh-contoh tersebut adalah sunnatullah dan syariatullah sekaligus. Bahwa Islam bukan hanya sibuk mengurus perbedaan pendapat dalam masalah fikih seperti qunut, jumlah rakaat tarawih dan lain sebagainya, melainkan menyelamatkan kemanusiaa adalah juga Islam. Bahwa Islam bukan hanya shalat, dzikir di masjid-masjid, melainkan berkata jujur, menjauhi sogok menyogok, disiplin, bekerja keras, transparansi, tidak koupsi dan lain sebagianya adalah juga Islam.

Kini kita sudah saatnya umat Islam kembali ke fitrhanya semula, seperti yang dicontahkan Rasulullah saw. dan sahabat-sahabatnya, serta penurusnya dari para tabi’in yang salih. Fitrah kepatuhan secara komprhensif, bukan parsial. Fitrah kesungguhan menjalankan syariatullah sekaligus sunnatullah. Sebab hanya dengan langkah ini umat Islam akan kembali berdaya dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemanusiaan di seluruh alam (baca: rahmatan lil aalamiin). Wallahu a’lam bishshawab.

Source: Rahasia Sunnatullah | dakwatuna.com

Posted in Islam | Leave a Comment »

Takahashi, 5 Menit Menuju ke Surga

Posted by leavewithsmile on June 30, 2010

dakwatuna.com – Kuringgu… kuringgu …. kuringgu!!! (kring …kring …kring..). Suara telepon rumah Muhammad berbunyi nyaring.

Muhammad: Mosi mosi? (Hallo?)

Takahashi: Mosi mosi, Muhammad san imasuka ? (Apakah ada Muhammad?)

Muhammad: Haik, watashi ha Muhammad des. (Iya saya).

Takahashi: Watashi ha isuramu kyo wo benkyou sitai desuga, osiete moraemasenka? (Saya ingin belajar agama Islam, dapatkah Anda mengajarkan kepada saya?)

Muhammad: Hai, mochiron. (ya, sudah tentu.)

Percakapan pendek ini kemudian berlanjut menjadi pertemuan rutin yang dijadwalkan oleh dua manusia ini untuk belajar dan mengajar agama Islam.

Setelah beberapa bulan bersyahadat, Takahashi kian akrab dengan keluarga Muhammad. Dia mulai menghindari makanan haram menurut hukum Islam.

Memilih dengan hati-hati dan baik, mana yang boleh di makan dan mana yang tidak boleh dimakan merupakan kelebihannya. Terkadang tidak sedikit, keluarga Muhammad pun mendapatkan informasi makanan-makanan yang halal dan haram dari Takahashi.

Pizza wo tabenaide kudasai. cheese ni ra-do wo mazeterukara.. (Jangan makan pizza walau pun itu adalah cheese, karena di dalamnya ada lard, lemak babi)”, nasihatnya di suatu hari. Takahashi mengetahui informasi semacam ini karena memang kebiasaan tidak membeli pizza, atau makanan produk warung di Jepang memang sudah terpelihara sebelumnya di keluarga Muhammad.

Toko kecil makanan halal milik keluarga Muhammad, menjadi tumpuan Takahashi dalam mendapatkan daging halal. Suatu ketika Takahashi ingin makan daging ayam kesukaannya, tapi dia ngeri kalau melihat daging ayam bulat (whole) mentah yang ada di plastik, dan tidak berani untuk memotongnya. Dengan senang hati, Muhammad memotong ayam itu untuk Takahashi. Dia potong bagian pahanya, sayapnya, dan badannya menjadi beberapa bagian.

Setiap pekan, Takahashi terkadang memesan sosis halal untuk lauk, bekal makan siang di kantor. Setiap pagi ibunya selalu menyediakan menu khusus (baca: halal) untuk pergi ke kantor tempat dia bekerja. Sebagai ukuran muallaf Jepang yang dibesarkan di negeri Sakura, luar biasa kehati-hatian Takahashi dalam memilih makanan yang halal dan baik. Terkadang Muhammad harus belajar dari Takahashi tentang keimanan yang dia terapkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Pernah dalam suatu percakapan tentang suasana kerja, Takahashi menggambarkan bagaimana terkadang sulitnya menjauhi budaya minuman sake di lingkungan tempat kerjanya. Di Jepang, suasana keakraban hubungan antara atasan dan bawahan atau teman bekerja memang ditunjukkan dengan saling memberikan minuman sake ke gelas masing-masing.

Dalam kondisi hidup ber-Islam yang sulit, Takahashi ternyata terus melakukan dakwah kepada ibunya. Beberapa bulan kemudian akhirnya ibunya pun menjadi muallaf dengan nama Qonita, nama pilihan Takahashi sendiri buat ibu yang dia cintainya. Sampai saat ini, bagaimana dia mendapatkan nama itu, tidak ada seorang pun yang tahu, kecuali Takahashi.

Beberapa bulan berlalu, pertemuan kecil-kecilan berlangsung …terlontar dari mulutnya suatu kalimat.

Watashi ha kekkon simasu (Saya mau menikah)….”, ujarnya.

Dengan proses yang panjang, akhirnya dia mendapatkan jodohnya, wanita Jepang yang cantik, yang dia Islamkan sebelumnya. Setahun kemudian, suatu hari Takahashi datang ke rumah Muhammad dengan istrinya yang berkerudung, ikut serta juga buah hati mereka yang telah hadir di dunia ini.

Pada suatu hari, iseng-iseng Muhammad bertanya kepada Takahashi, “Apa yang menyebabkan Takahashi lebih tertarik dengan Islam?”

“Sebenarnya saya belajar juga Kristen, Budha dan Todoku (Agama moral) selain Islam,” Takahashi menjelaskan.

“Masih ingat dengan telepon kita dulu? Waktu pertama kali aku telepon ke Muhammad beberapa bulan dulu”, sambungnya.

“Iya ingat sekali”, jawab Muhammad.

“Kita waktu itu membuat perjanjian untuk bertemu di suatu tempat bukan?”, tanya Takahashi.

“Iya benar sekali”, sambung Muhammad lagi sambil mengingat-ingat kejadian saat itu.

“Saya sungguh ingin mantap dengan Islam, karena Muhammad datang 5 menit lebih dulu dari pada waktu yang kita janjikan, dan Muhammad datang terlebih dahulu dari pada aku. Muhammad pun menungguku waktu itu”, jawab Takahashi beruntun.

“Karena itu aku yakin, aku akan bersama dengan orang-orang  yang akan memberikan kebaikan”, sambungnya lagi.

Jawaban Takahashi membuat Muhammad tertegun, Astaghfirullah sudah berapa kali menit-menitku terbuang percuma, gumam Muhammad.

Begitu besar makna waktu 5 menit saat itu untuk sebuah hidayah dari Allah SWT. Subhanallah, 5 menit selalu kita lalui dengan hal yang sama, akan tetapi 5 menit waktu itu sungguh sangat berharga sekali bagi Takahashi.

Bagaimana dengan 5 menit yang terlewat barusan, milik Anda?

Source: Takahashi, 5 Menit Menuju ke Surga | dakwatuna.com

Posted in Islam | Leave a Comment »

Mari ber-BBM-an dan email dengan autotext Islami (^_^)

Posted by leavewithsmile on June 26, 2010

Bagi pengguna setia Blackberry, terutama yang muslim, ada kalanya kita mengucapkan kata-kata islami pada sesama muslim, misalnya: insyaAllah, asmlkm, dsb.

Supaya komunikasi kita lebih islami, seperti mengucap salam saat menyapa teman via bbm atau ym atau email, maka akan lebih baik bila kita menggunakan font arab saat menuliskannya.

Dengan memanfaatkan fitur autotext pada , akan semakin memudahkan kita untuk berkomunikasi lebih islami pada sesama muslim. Misalnya saat mengucap insyaAllah, maka akan lebih baik bila kita menggunakan
اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ.

Nah, berikut di bawah ini adalah kumpulan tulisan dalam huruf arab yang biasa digunakan muslim sehari-hari. Silahkan dicopy paste dan dijadikan auto teksnya.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ(Assalamu ‘alaikum Wr. Wb)
وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُ هُ(Wa ‘alaikum salam Wr. Wb)
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ(Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb)
اَهْلاًوَسَهْلاً (ahlan wa sahlan)
اَللّهُ اَكْبَرُ (Allahu Akbar)
اَلْحَمْدُلِلّهِ (Alhamdulillah)
اَللّهُ (Allah)
آمِّينَ (amin)
اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ (Astaghfirullah)
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ (Bismillahirrahmani rrahim)
بَارَكَ اللّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرِ(Do’a untuk Pengantin)
حَلاَلً (halal)
حَرَمً (haram)
اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ(innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun) اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ (insya Allah)
جَزَاكَ اللّهُ (jazakallah)
جَزَاكِ اللّهُ (jazakillah)
جَزَاكُمُ اللّهُ(jazakumullah)
لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ (laa haula wa laa quwwata illa billah) لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ (laa ilaaha illallah) مَاشَآءَاللّهُ (masya Allah)
سُبْحَانَ اللّهُ(subhanallah)
اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، لاَ اِلَهَ
اِلاَّ اللّهُ اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، وَلِلّهِ الْحَمْدِ(lafadz takbiran)
تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّ وَ مِنْكُمْ(taqabalallahu minna wa minkum) تَقَبَّلْ يَا كَرِيْمُ(taqabal ya kariim) وَ اِيَّكُمْ (wa iyyakum)
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُوْا اللهَ لِيْ وَلَكُمْ(penutup ceramah)

أَعُوْذُ بِا للّهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ(Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan syetan yang terkutuk)

تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّ وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ كُلُّ عَامٍ
وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ(taqabalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, kullu ‘aamin wa antum bikhair)

Untuk menggunakan sebagai auto teks

pilih folder option dan cari menu autoteks tekan tombol  atau menu

Pilih New

Nanti diisi :

REPLACE(diisi dengan kata kunci(key words)(singkat & mudah diingat)

Contohnya : (diisi) asalamu

WITH.( Diisi dengan Kata ²,simbol,lambang ,font arab tadi)

Contohnya : (diisi) السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Disini lebih banyak mengunakan fungsi copy & paste

Setelah itu tekan tombol menu
Lalu pilih save(untuk simpan)

Cara memakai autoteks:

Setiap kali kita mau ngetik\nulis mesage
Di ✉ ,ym,bbm,atau gtalk selain SMS

Kita cukup dengan menuliskan kata kunci (keyword) lalu tekan tombol space

Contohnya: kita mau tulis aslmu alaikum dengan arabik Cukup ketik keyword tadi ( asalamu)tombol space

Ini Hasilnya السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga bermanfaat dan berkah.

Artikel di atas bersumber dari situs lain yang telah dimodifikasi dan ditambahkan oleh penulis di situs ini. Adapun sumber asli artikel di atas adalah:

http://kombb.wordpress.com/2010/02/17/wt-share-font-arabik-dan-simbol-bb/

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted in Blackberry, Islam | Tagged: | 7 Comments »

Great Lessons From the Bee

Posted by leavewithsmile on June 26, 2010

Oleh Wahyudin Wahid.

Lebah adalah binatang kecil yang terukir indah dalam Alquran. Allah mengabadikan namanya pada salah satu surah dalam Alquran, yakni Annahl. Tentu, ada keistimewaan yang dimiliki hewan ini hingga namanya termaktub dalam kitab yang suci dan mulia. Lihat surah Annahl [16] ayat 68-69.

Lebah diciptakan Allah SWT dengan banyak memberi manfaat bagi manusia. Di antara manfaatnya adalah madu. Tak hanya itu, perilaku hewan kecil ini harusnya menjadi cerminan akhlak bagi Muslim sejati.

Perhatikanlah kehidupannya. Ada banyak manfaat yang bisa diambil hikmahnya dari lebah. Pertama, lebah hanya menghisap saripati bunga. Ia hanya mengambil yang inti dan membiarkan yang lain. Lebah tahu, yang menjadi kebutuhannya hanyalah saripati, bukan yang lainnya. Ini mengajarkan bahwa setiap Muslim harus mengambil sesuatu yang baik dan halal. Sebab, mengambil hak yang lain hukumnya adalah haram.

Kedua, lebah menghasilkan madu. Ia memberi manfaat bagi manusia. Ini pelajaran bagi umat Islam. Madu berasal dari saripati bunga dan baik, maka keluarnya pun baik. Sesuatu yang halal, keluarnya halal pula. Dan, ia banyak memberi manfaat bagi orang lain.

Ketiga, lebah tidak merusak. Di mana pun dia hinggap, tak ada tangkai daun ataupun ranting pohon yang patah. Betapa santunnya hewan kecil ini hingga dalam bergaul dia tidak menyakiti siapa pun dan senantiasa menjaga kedamaian dalam setiap suasana. Lebah senantiasa memegang prinsip iffah (ketenteraman) dalam pergaulan.

Keempat, lebah punya harga diri. Ia tidak akan pernah mengganggu orang lain selama kehormatan dan harga dirinya dihormati. Namun, bila harga dirinya dizalimi, ia akan siap ‘menyengat’ pengganggunya. Karena itu, setiap Muslim harus mampu menjaga kehormatan dirinya.

Sudah sepatutnya kita belajar ilmu dari lebah. Bukan karena fisik dan pesonanya yang kurang menarik, tapi karena komitmennya dalam bersikap dan berbuat. Manusia memiliki kemuliaan dari makhluk lain. Namun, tingkah laku dan kehormatan manusia bisa lebih hina dari binatang.

Allah memberikan pelajaran bagi manusia untuk mengambil hikmah dari lebah. Ia makhluk kecil yang memberikan manfaat sangat besar bagi manusia. Tentunya, tak hanya dari lebah, setiap hamparan yang ada di alam semesta ini diciptakan oleh Allah SWT untuk kebutuhan manusia. Maka, bisakah kita mengambil pelajaran? Wallahu A’lam.

Source:
http://m.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/06/23/121244-lima-pelajaran-hidup-dari-sang-lebah

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted in Islam, Knowledge | Tagged: | Leave a Comment »

Kristiane Backer, dari Glamour MTV Menuju Jalan Hidayah

Posted by leavewithsmile on June 26, 2010

REPUBLIKA.CO.ID, HAMBURG–”Saya menemukan kenyataan bahwa Islam berpihak kepada perempuan dan laki-laki. Di dalam Islam, perempuan telah memiliki hak untuk memilih pada tahun 600 Masehi. Perempuan dan laki-laki di dalam Islam berpakaian dengan cara yang sopan. Mereka pun tidak diperkenankan saling menggoda. Bahkan, kaum perempuannya diperintahkan untuk memanjangkan pakaian mereka.” Demikian ungkapan hati yang dituliskan Kristiane Backer dalam buku autobiografinya yang berjudul ‘From MTV to Mecca’ atau ‘Dari MTV Menuju Makkah’.

Kristiane Backer lahir dan tumbuh dewasa di tengah keluarga Protestan di Hamburg, Jerman. Pada usia 21 tahun, ia bergabung dengan Radio Hamburg sebagai wartawati radio. Dua tahun kemudian, ia terpilih sebagai presenter MTV Eropa di antara ribuan pelamar. Sebagai konsekuensi pekerjaannya, ia pun pindah ke London, Inggris.

“Begitu luar biasa. Pada usia 20-an, aku tinggal di Notting Hill. Sebagai gadis muda di kota yang sama sekali baru, aku diundang ke mana-mana, difoto banyak papparazi, dan bekerja sebagai presenter. Saat itu aku bertemu dengan banyak orang-orang terkenal. Aku merasakan kehidupan yang sangat menyenangkan. Rasa-rasanya hampir semua gaji yang aku terima habis untuk membeli baju dan pernak-pernik yang bagus dan trendy. Aku pun sering melakukan perjalanan ke berbagai tempat menarik di Eropa,” begitulah Kristiane menceritakan awal kehidupannya sebagai selebritis muda.

Sekali waktu, Kristiane pergi ke Boston mewawancarai Rolling Stone dan mengikuti tur-tur besar para artis terkenal dunia. Kristiane bahkan dinobatkan sebagai presenter perempuan nomor satu di MTV sehingga selalu muncul di layar kaca. Ia juga pernah didaulat menjadi presenter untuk acara Coca-Cola Report dan Europe Top 20.

Boleh dibilang, jika ada kelompok musik baru, maka Kristiane-lah orang pertama yang mewawancarai mereka. Jutaan orang di Eropa pun mengenal gaya Kristiane dengan saksama dan banyak acara besar dengan penonton sebanyak 70 ribu orang sering ia bawakan. Bagi khalayak pemirsa Eropa, Kristiane adalah salah satu sosok penyiar favorit karena kecakapannya.

Di tengah kehidupan glamornya, ia mengalami keguncangan spiritual. Kemudian di tahun 1992, Kristiane bertemu dengan Imran Khan, yang kelak menjadi suaminya. Imran Khan adalah anggota tim kriket Pakistan. Pertemuan itu adalah pertemuan pertama kali antara Kristiane dengan seorang bintang yang beragama Islam. Kristiane dan Khan yang sama-sama mendalami Islam, selalu berdiskusi tentang Islam. Khan selalu memberikan buku-buku tentang Islam kepada Kristiane dan dengan penuh semangat pula Kristiane mengkajinya.

“Aku menemukan bahwa Alquran sarat dengan hal-hal rasional. Dan pandangan lamaku tentang Islam berubah. Karena apa yang kupelajari berbeda dengan anggapan orang-orang di sekitarku. Bahkan ketika aku mengkaji masalah perempuan dalam Islam, aku menemukan bahwa Islam menjunjung tinggi hak-hak wanita yang sekarang tengah diperjuangkan di seluruh dunia. Akan tetapi Islam telah menjunjung tinggi hak-hak wanita sejak ratusan tahun yang lalu. Perempuan dan laki-laki berpakaian dan bertingkah dengan cara yang sopan,” jelas Kristiane.

Kristiane menceritakan bahwa sejak mengenal Islam dan membaca terjemahan Alquran, ia tak lagi menggunakan rok pendek dan pakaian yang buka-bukaan. Ia mulai mengenakan pakaian longgar dan panjang jika tampil di televisi. Ia dengan tegas mengatakan bahwa wanita yang memperlihatkan tubuhnya di depan publik adalah melecehkan seluruh wanita di muka bumi ini.

Akhirnya, ia menerima Islam dengan lapang dada dan sukacita. Setelah mengucap syahadat, perlahan ia mempelajari shalat lima waktu dan berpuasa Ramadhan. “Dulu aku sering sekali minum champagne di pesta-pesta malam, kini saya tidak lagi menyentuh minuman seperti itu,” kisahnya.

Namun, keputusannya untuk menjadi seorang Muslimah juga menuai berbagai macam cobaan. Kristiane tidak lagi diizinkan untuk tampil di layar kaca menjadi pembawa acara. Tak hanya itu, kawan-kawan dan kerabatnya pun mengucilkannya. Untunglah, kedua orang tua Backer tak mempermasalahkan jalan hidup yang dipilih anaknya itu. Mereka malah mendukungnya.

“Beberapa waktu setelah saya memutuskan untuk menjadi Muslimah, saya merasa keterasingan yang sangat. Saya dikucilkan oleh kawan-kawan dan kerabat saya. Tetapi Alhamdulillah, kedua orang tua saya mendukung langkah dan pilihan hidup saya untuk berislam,” tutur dia. Keislaman Kristiane itu juga yang membawa berkah bagi kehidupan keluarganya. Kedua orang tuanya merasa bahagia melihat sosok Kristiane yang baru, yang telah menjadi umat Muhammad.

Kristiane juga menceritakan, suasana keluarganya kian hangat oleh diskusi-diskusi seputar keislaman. ”Keluarga saya sangat banyak mengambil hal-hal positif dari ajaran agama yang saya anut sekarang ini,” tutur Kristiane sebagaimana dilansir harian Alarabiya.

Source:

http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/10/06/26/121815-kristiane-backer-dari-glamour-mtv-menuju-jalan-hidayah

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted in Islam | Tagged: , | Leave a Comment »

Boleh Jadi Kiamat Sudah Dekat

Posted by leavewithsmile on June 21, 2010

Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallamsedemikian kuatnya mengkondisikan ummatnya untuk menghayati betapa hari Kiamat telah dekat. Sehingga dalam suatu khutbah beliau digambarkan ibarat seorang komandan perang yang memperingatkan pasukannya agar selalu dalam keadaan full alert alias waspada siaga satu.


Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ’anhu: “Adalah Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bila menyampaikan khotbah mata beliau memerah, suara meninggi dan sangat marah, seakan-akan panglima perang yang sedang memperingatkan pasukannya dengan aba-aba: “Awas! Berjaga-jagalah kalian pada pagi hari dan petang harimu!” dan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Aku dan hari kiamat diutus (berdampingan) seperti ini.” Dan beliau menghimpun jari telunjuk dengan jari tengahnya.”(HR Muslim 4/359)


 

Bayangkan..! Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam diriwayatkan sebagai memerah matanya, meninggi suaranya dan berkhutbah dalam keadaan sangat marah…! Sungguh persis seperti seorang komandan di tengah medan jihad yang sedang memberi arahan kepada pasukannya. Beliau samasekali tidak ingin seorangpun pasukannya lengah dalam mengantisipasi gerak musuh. Sebab kelengahan pasukan bisa menyebabkan musuh berhasil menjebol benteng ummat dan itu berarti seluruh ummat Islam bakal terancam nyawanya. Sungguh, Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallamsangat mematuhi arahan Allah subhaanahu wa ta’aala di dalam ayat di bawah ini:

“Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari itu (kiamat) sudah dekat waktunya.” (QS Al-Ahzab ayat 63)

Memang sudah sepantasnya kita ummat Islam yang hidup di zaman ini menghayati bahwa hari Kiamat sudah dekat. Mengapa? Karena bila kita ingat bahwa Nabi Muhammadshollallahu ’alaih wa sallam merupakan penutup rangkaian nabi-nabi Allah subhaanahu wa ta’aala berarti kita merupakan penutup berbagai ummat. Bila beliau dijuluki Nabi Akhir Zaman berarti kita merupakan Ummat Akhir Zaman. Dan berdasarkan hadits Ringkasan Perjalanan Sejarah Ummat Islam, kita dewasa ini sedang menjalani kehidupan di babak keempat dari lima babak yang bakal dilalui ummat Islam hingga menjelang dekatnya kedatangan hari Kiamat.

”Masa kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, kemudian Allah mengangkatnya, setelah itu datang masakekhalifahan mengikuti manhaj kenabian, selama beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, kemudian Allah mengangkatnya, setelah itu datang masaraja-raja yang menggigit selama beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, kemudian Allah mengangkatnya, setelah itu datang masa raja-raja yang memaksakan kehendak dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, setelah itu akan terulang kembali kekhalifahan mengikuti manhaj kenabian. Kemudian beliau terdiam.” (Hadits hasan riwayat Imam Ahmad 37/361)

Babak pertama, yaitu babak Kenabian telah berlalu. Ia merupakan masa di mana ummat Islam –yakni para sahabat radhiyallahu ’anhum- hidup bersama Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sejak awal beliau diutus hingga berpulang ke rahmatullah.

Babak kedua, yaitu babak Kekhalifahan yang mengikuti manhaj Kenabian juga telah berlalu. Ia ditandai dengan munculnya para khulafa ar-rasyidin, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhum.

Babak ketiga, yaitu babak raja-raja yang menggigit juga telah berlalu. Ia ditandai dengan masa di mana ummat memiliki para pimpinan yang dijuluki khalifah-khalifah namun pola suksesinya menerapkan pola kerajaan alias pola oligarkhi atau sistem waris-mewarisi tahta kerajaan. Mereka dijuluki raja-raja yang menggigit karena mereka masih ”menggigit” Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah An-Nabawiyyah. Babak ini berlangsung sangat lama sekitar 13 abad…! Sejak Bani Umayyah, Bani Abbasiyyah dan Kesultanan Ustmani Turki. Ia berakhir pada tahun 1924 atau 1342 Hijriyyah.

Semenjak babak ketiga berlalu, maka ummat Islam memasuki babak keempat, yakni babak raja-raja yang memaksakan kehendak. Babak ini belum berlalu. Kita sedang menjalani babak ini. Suatu babak yang sering disebut sebagai the darkest ages of the Islamic History. Tanda bahwa babak ini belum berakhir ialah fakta bahwababak kelima, yakni babak kekhalifahan mengikuti manhaj kenabian belum muncul kembali. Padahal Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menginformasikan kepada kita bahwa babak penuh keadilan dan kejayaan Islam tersebut pasti bakal muncul. Kapankah ia akan muncul? Wallahu a’lam bish-showwab.

Suatu hal yang pasti, kalau kita umpamakan perjalanan kelima babak perjalanan sejarah ummat Islam ini sebagai sebuah skenario film, maka ia sangat layak disebut sebagai film berjudul Akhir Zaman. Dan kalau kita mengikuti sebuah cerita yang mengandung lima babak dan kita tahu bahwa kita sudah sampai ke babak keempat, saya kira sudah sepantasnya kita beranggapan bahwa ini bukanlah masih di awal cerita, atau di bagian pertengahannya. Namun lebih wajar dikatakan bahwa ini sudah menjelang akhir dari rangkaian cerita.

Berarti, saudaraku, tidakkah pantas kitapun mengucapkan apa yang Allah subhaanahu wa ta’aala telah firmankan di dalam Kitab-Nya: BOLEH JADI KIAMAT SUDAH DEKAT WAKTUNYA…!

Marilah kita jauhi sikap santai dan acuh tak acuh terhadap fenomena hidup di Akhir Zaman menjelang datangnya Kiamat. Marilah kita tingkatkan pengetahuan dan keyakinan kita akan tanda-tanda menjelang datangnya Kiamat agar kita dapat mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan skenario ilahi yang bakal –insyaAllah- pasti terjadi.Semoga Allah subhaanahu wa ta’aala memasukkan kita ke dalam golongan yang tidak salah mensikapi segenap tanda demi tanda Akhir Zaman yang kian membenarkan kenabian Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.

Source: Boleh Jadi Kiamat Sudah Dekat

Posted in Islam | Tagged: | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.