Leave With Smile

To leave the world with a smile..

Kisah Hikmah Haji

Posted by leavewithsmile on September 16, 2016

Abu Abdurrahman Abdullah Bin Al-Mubarak Al Hanzhali Al Marwazi ulama terkenal di Makkah yang menceritakan riwayat ini.

Suatu ketika, setelah selesai menjalani salah satu ritual haji, ia beristirahat dan tertidur.

Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit. Ia mendengar percakapan mereka:

“Berapa banyak yang datang tahun ini?” tanya malaikat kepada malaikat lainnya.
“Tujuh ratus ribu,” jawab malaikat lainnya.
“Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?”
“Tidak satupun”

Percakapan ini membuat Abdullah gemetar.
“Apa?”

Ia menangis dalam mimpinya. “Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh, dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?”

Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar cerita kedua malaikat itu.

“Namun ada seseorang, yang meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni. Berkat dia seluruh haji mereka diterima oleh Allah.”

“Kok bisa”
“Itu Kehendak Allah”
“Siapa orang tersebut?”
“Sa’id bin Muhafah tukang sol sepatu di kota Damsyiq (Damaskus sekarang)”

Mendengar ucapan itu, ulama itu langsung terbangun, Sepulang haji, ia tidak langsung pulang ke rumah, tapi langsung menuju kota Damaskus, Siria.

Sampai disana ia langsung mencari tukang sol sepatu yang disebut Malaikat dalam mimpinya.

Hampir semua tukang sol sepatu ditanya, apa memang ada tukang sol sepatu yang namanya Sa’id bin Muhafah.
“Ada, di tepi kota”
Jawab salah seorang sol sepatu sambil menunjukkan arahnya.

Sesampai disana ulama itu menemukan tukang sepatu yang berpakaian lusuh,

“Benarkah anda bernama Sa’id bin Muhafah?” tanya Ulama itu
“Betul, siapa tuan?”
“Aku Abdullah bin Mubarak”
Said pun terharu, “Bapak adalah ulama terkenal, ada apa mendatangi saya?”

Sejenak Ulama itu kebingungan, dari mana ia memulai pertanyaanya, akhirnya ia pun menceritakan perihal mimpinya.

“Saya ingin tahu, adakah sesuatu yang telah anda perbuat, sehingga anda berhak mendapatkan pahala haji mabrur?”
“Wah saya sendiri tidak tahu!”
“Coba ceritakan bagaimana kehidupan anda selama ini.”

Maka Sa’id bin Muhafah bercerita:

“Setiap tahun, setiap musim haji, aku selalu mendengar: Labbaika Allahumma labbaika. Labbaika laa syarika laka labbaika. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka. laa syarika laka.

Setiap kali aku mendengar itu, aku selalu menangis..
Ya allah aku rindu Mekah.
Ya Allah aku rindu melihat Kabah.
Ijinkan aku datang…..
Ijinkan aku datang ya Allah..

Oleh karena itu, sejak puluhan tahun yang lalu setiap hari saya menyisihkan uang dari hasil kerja saya, sebagai tukang sol sepatu. Sedikit demi sedikit saya kumpulkan. Akhirnya pada tahun ini, saya punya 350 dirham, cukup untuk saya berhaji.”

“Saya sudah siap berhaji”

“Tapi anda batal berangkat haji” tanya Abdullah bin Mubarak.

“Benar”

“Apa yang terjadi?”

“Istri saya hamil, dan sering ngidam. Waktu saya hendak berangkat saat itu dia ngidam berat”

“Suami ku, engkau mencium bau masakan yang nikmat ini?”

“Ya sayang”

“Cobalah kau cari, siapa yang masak sehingga baunya nikmat begini. Mintalah sedikit untukku”

Sayapun mencari sumber bau masakan itu. Ternyata berasal dari gubuk yang hampir runtuh. Disitu ada seorang janda dan enam anaknya.

Saya bilang padanya bahwa istri saya ingin masakan yang ia masak, meskipun sedikit.

Janda itu diam saja memandang saya, sehingga saya mengulangi perkataan saya.

Akhirnya dengan perlahan ia mengatakan:
“Tidak boleh tuan”
“Dijual berapapun akan saya beli”
“Makanan itu tidak dijual, tuan” katanya sambil berlinang mata.

Akhirnya saya tanya kenapa?
Sambil menangis, janda itu berkata “daging ini halal untuk kami dan haram untuk tuan” katanya.

Dalam hati saya: Bagaimana ada makanan yang halal untuk dia, tetapi haram untuk saya, padahal kita sama-sama muslim?

Karena itu saya mendesaknya lagi “Kenapa?”
“Sudah beberapa hari ini kami tidak makan. Dirumah tidak ada makanan. Hari ini kami melihat keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk dimasak. Bagi kami daging ini adalah halal, karena andai kami tak memakannya kami akan mati kelaparan. Namun bagi Tuan, daging ini haram”.

Mendengar ucapan tersebut spontan saya menangis, lalu saya pulang.

Saya ceritakan kejadian itu pada istriku, diapun menangis, kami akhirnya memasak makanan dan mendatangi rumah janda itu.
“Ini masakan untuk mu”
Uang peruntukan Haji sebesar 350 dirham pun saya berikan pada mereka.
“Pakailah uang ini untuk mu sekeluarga.
Gunakan untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi”
Ya Allah……… disinilah Hajiku
Ya Allah……… disinilah Mekahku.

Mendengar cerita tersebut Abdullah bin Mubarak tak bisa menahan air mata.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Keep That..

Posted by leavewithsmile on June 12, 2016

Keep that..
Wisdom in your words..
Softness in your voice..
Faith in your soul..

Keep that..
Smile in your face..
Patience in your heart..
Believe in Allah..

Need it
In all times
At all places
Regardless dimensions

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Cahaya

Posted by leavewithsmile on May 1, 2016

Kamulah cahaya itu
Menerangi sanubari
Memancarkan kebahagiaan
Memancarkan cinta

Penuh dengan obat
Tuk segala sakit
Penuh keceriaan
Penuh kelembutan

Adapun di sini
Segelap-gelap kalbu
Segelap-gelap malam
Sehitam-hitam awan

Penuh amarah
Penuh kejahatan
Penuh prasangka
Seburuk-buruk lidah

Dia menyadari
Bahwa ia memang tak layak
Untuk dicintai
Oleh siapa pun….

Mungkin kelak
Ia kan mati
Tanpa disadari…
Tanpa ditangisi…

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Your Love

Posted by leavewithsmile on March 21, 2016

Your love
Is just like the rain
Comes down from the sky
Pouring to my heart

Rain that never stops
Filling me with joy
Hugging me softly
Keeping me happy

Your love
Is incomparable to anyone
Full with patience
And warmth

I’m happy whenever
I walk with you
I sit with you
Even run with you

I’m grateful to have you in my life..

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Flash Back

Posted by leavewithsmile on March 6, 2016

Talking about memories
Time flies
You’re still as beauty
as ever

The only thing
That made me sad
Is the fact that I
just met you recently

I was not there
During your best time
in your life
Wished I was there with you

But we can’t turn back time
I have to accept that
And I hope that I can start
to be with you from now on

Till the end of time
Build our memories
And then we can flash back
And be grateful

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

About You

Posted by leavewithsmile on February 17, 2016

Bandung, 18 Februari

Menggigil di sini
Di tengah malam sepi
Merindu sendiri
Di tengah sibuknya diri

Lama tak kutulis puisi
Mungkin kamu bertanya tak pasti
Dan memendam sendiri, tapi
Percayalah samanya rasa ini

Banyak paras menipu mata
Tanpa kita tau yang ada di hatinya
Ternyata berhasrat hanya dunia
Tak mampu mendengar kecuali dirinya

Percayalah kau yang di hati selalu
Dengan tulusnya cintamu
Dengan indahnya sikapmu
Dengan agungnya sabarmu

Mohon maafkan kesibukanku
Juga lalainya diriku
Tetaplah bersabar sayangku
Mari rangkul semua mimpimu

Posted in Originally Mine, Poem | Tagged: | Leave a Comment »

Technicolor

Posted by leavewithsmile on December 5, 2015

I write this while listening to the cool cover. That’s also the reason behind the title. I suggest you hear it too while reading this.
Read the rest of this entry »

Posted in Originally Mine, Poem, Uncategorized | Leave a Comment »

Elegi Tanah Sunda

Posted by leavewithsmile on October 3, 2015

Sejenak pergilah denganku
Menjauh dari kebisingan 
Lalu kita kan ke sana
Ke indahnya tanah Sunda

Nikmatilah sejuknya udara
Diiringi nyanyian jangkrik
Menghias angin semilir
Bersiap menyambut hujan

Lalu kau kan dengar iringan
Gamelan,  gendang dan seruling
Berwangikan basahnya tanah
Dan lezatnya nasi sambal

Ada senyum dan tawa di sana
Ada canda dan kebersamaan
Ada dinginnya malam
Berlindungku ke hangat pelukmu

Ialah bagian dari nostalgia 
Kenangan banyak orang 
Juga termasuk kita
Yang takkan pernah terlupa

Tahukah kamu jika aku 
Berada di antara dua
Takut kehilanganmu
Berharap terus bersamamu

Di manapun aku berada
Pikirku slalu bersamamu
Di manapun kamu berada
Di sanalah cintaku

Posted in Originally Mine, Poem | Tagged: , , | Leave a Comment »

Langit Pagi

Posted by leavewithsmile on July 20, 2015

image

Duduklah bersamaku
Di saat yang indah ini
Merenungi kebesaran-Nya
Menyaksikan langit pagi

Mari rasakan energi ini
Penuh semangat, harap dan doa
Damainya pergantian malam dan siang
Tergambar indah di langit pagi

Lama kita tak bersua
Tapi ku tahu kita dekat
Karena kamu slalu bersamaku
Dan aku slalu bersamamu

Aku tak tahu apa yg kamu pikirkan
Tapi aku selalu memikirkanmu
Aku tak tahu apa yg kamu rindukan
Tapi aku selalu merindukanmu

Tersenyumlah kamu karena kesabaranmu
Berbahagialah kamu karena ketulusanmu
Karenanya aku akan slalu menyukaimu
Karena kulihat langit pagi di dirimu

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Petang di Ramadhan

Posted by leavewithsmile on June 23, 2015

image

Kan kupugar citamu
Biar ia lestari
Benderang selalu
Bak lentera abadi

Jangan ditanya mimpiku
Kan malu diri tuk menjawab 
Karena jujur ia tak banyak 
Kecuali membahagiakanmu

Kamulah buku cerita
Yang kubaca setiap hari 
Dan kamulah lagu cinta 
Yang kan selalu kudengar

Ibarat petang di Ramadhan 
Kamu selalu kunanti
Dan waktu bersamamu
Adalah waktu terbaikku

Posted in Poem | Leave a Comment »