Leave With Smile

To leave the world with a smile..

Lihat Lebih Luas – Salah Satu Obat Hati

Posted by leavewithsmile on September 4, 2011

Pada suatu pagi di hari kedua Idul Fitri, Udin (bukan nama sebenarnya) tiba-tiba berkata: “Si Tante terlalu memanjakan Adiknya”. Saya pun bertanya ke Udin: “Mengapa kamu berkata demikian?”. “Tuh lihat, saat Sang Adik ingin cuci piring, si Tante malah melarang dan malah nyuruh si Budi (juga bukan nama sebenarnya)”, jawab Udin.

Saya pun bertanya kepada Tante perihal mengapa tak membiarkan adiknya untuk mencuci piring. Sang Tante pun menjelaskan: “Adik Tante itu orangnya kurang bersih. Kalo cuci piring, dia biasanya ga pake sabun. Dikucek pake air doang.. Kamu ga mau kan kalo piring tempat makanmu itu cuma hasil kucekan tangan doang. Nah kalo si Budi, dia udah ngerti banget kalo Tante orangnya higienis.”

Akhirnya saya menjelaskan alasan Tante tersebut kepada Udin. Akhirnya Udin mengerti dan membatalkan judgement-nya terhadap Sang Tante. Bisakah kita bayangkan andai si Udin tidak mengetahui alasan tersebut dan tertanam judgement tersebut di otaknya lalu dia menyampaikan kepada keluarganya: “Eh si tante itu manjain adiknya banget lho.. buktinya kemarin tuh.. bla bla bla…”. Bayangkan lagi bila Tante mengetahui dari keluarganya bahwa si Udin menjelek-jelekkan dirinya. Bisa-bisa putuslah hubungan silaturahmi antara tante dan keponakan hanya karena si keponakan tidak bisa melihat lebih luas. 

Betapa banyak kejadian serupa terjadi di sekitar kita. Hanya karena seseorang melakukan suatu yang bertentangan dengan pemikiran kita, kita langsung men-judge si A itu gini, si B itu gini, tanpa memperdulikan apa alasan dari orang-orang tersebut. Apalagi bila kita mendengar keburukan si A dari orang lalu kita ikut benci terhadap si A. Padahal kita tidak tahu siapa si A sebenarnya. Na’udubillah min dzalik.

Juga saya memiliki teman bernama Elang Gumilang (boleh dicari di Google). Dia menceritakan kebiasaannya yang sering keluar pada tengah malam. Orang-orang zaman sekarang pasti banyak yang berpikir: “Bejat juga tuh orang, doyan clubbing malem-malem.” Yang lebih buruk lagi, apabila setelah berpikir demikian, langsung menyampaikan kepada orang lain: “Eh, si Elang ternyata bejat juga ya, doyan clubbing malem-malem.” Astagfirullah. Padahal kalo mereka tahu, Elang itu sering keluar pada malam hari untuk memberikan makanan pada pengemis di jalanan. Subhanallah.

Maha Suci Allah yang berfirman dalam Qur’an:Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu adalah dosa” (49:12).

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela” (104:1).

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita sebagai manusia untuk melihat lebih luas akan segala sesuatunya. Jangan hanya karena hal kecil, kita langsung menyimpulkan sesuatu yang besar. Padahal pengetahuan kita sangat terbatas. 

Bila kita melihat perbuatan seseorang yang aneh dan bertentangan dengan pemikiran kita, maka tanyalah alasan perbuatan tersebut bila memungkinkan. Bila ternyata alasannya adalah positif (seperti Tante dan Elang tadi), sepatutnya kita bertasbih dalam hati. Bila ternyata alasannya adalah negatif, maka kita wajib memberikan nasehat dengan cara yang baik. Bila dia tidak mau menjelaskan alasannya atau kita tidak bisa menanyakannya, maka ber-husnuzon (berprasangka baik) adalah yang terbaik.

Tapi ini tentu ga berlaku untuk perbuatan yang jelas-jelas zholim, contoh: ada ibu-ibu lagi dijambret, trus kita tanya ke jambret: “Kenapa anda menjambret?” Hehehe. Keburu kabur jambretnya.

Pernah saya baca kisah tentang sepuluh orang buta yang diminta untuk memegang seekor gajah. Orang buta pertama memegang belalainya saja. Orang buta kedua memegang gadingnya saja. Orang buta ketiga memegang ekornya saja. Dan seterusnya. Setelah itu ditanyakan kepada mereka: “Gajah itu seperti apa?” Lalu orang buta pertama menjawab: “Gajah itu panjang seperti pipa 1 meter”. Orang buta kedua menjawab: “Gajah itu keras dan tajam”. Dan seterusnya.

Dari sini kita dapat mengambil hikmah bahwa sesuatu itu memiliki beberapa sudut pandang atau dimensi yang berbeda, sehingga kita tidak boleh menganggap bahwa pendapat kita adalah yang paling benar dan mutlak.

Semoga kita termasuk orang yang dirahmati Allah dan terhindar dari penyakit buruk sangka dan ujub (merasa paling benar). Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah dan termasuk orang-orang yang ikhlas.

One Response to “Lihat Lebih Luas – Salah Satu Obat Hati”

  1. lindammuncak said

    I like this post very much because it’s excellent !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: