Leave With Smile

To leave the world with a smile..

Learning Point dari Black Butler

Posted by leavewithsmile on May 1, 2015

Baru-baru ini saya lagi baca Black Butler atau bahasa Jepangnya Kuroshitsuji. It’s not a really recommended but still it’s a nice Manga to read. Seru.

Kisahnya soal Ciel Phantomhive, seorang anak berusia 12 tahun yang menjadi young master atau kepala keluarga karena seluruh keluarganya dibantai saat dia masih kecil. Dia diwarisi seluruh bisnis orangtua dan kekayaan keluarganya. Seorang tuan muda yang kaya raya di Inggris pada abad ke 19.

Ciel memiliki seorang Butler yang bernama Sebastian. Sebastian ini bukan butler biasa. Dia adalah demon yang terikat dengan “contract” dengan Ciel. Dia benar-benar powerful. Bisa melakukan semuanya dan kuat.

Yang juga bikin seru: ternyata Ciel adalah agen rahasia British yang disebut juga Queen’s watch dog. Sebagai secret agent, tentunya banyak misi rahasia yg harus dikerjakan. Dan memiliki pembantu demon tentunya sangat memudahkan dalam misi.

Hanya saja, komik ini juga membahayakan klo kita ga ngerti agama. Di komik ini, sebastian itu digambarkan sebagai pembantu yang keren, ganteng, cool, pintar, sangat setia, patuh dan kuat. Selalu dapat diandalkan, bisa dipercaya dan jujur. Pokoknya sempurna.

For me, ini kayak pembentukan opini bahwa demon atau setan itu keren dan kita bisa bergantung pada setan. Na’udzubillah. Honestly it’s dangerous. Have you ever read death note atau manga lainnya yg berhubungan dengan demon? Well ga usah dibaca juga. Intinya sekarang ini banyak manga yg menggambarkan persahabatan tokoh utama dengan demon. Ini cukup menyedihkan. And we can’t do much to change it. Kita cuma bisa membentengi diri dan meminta perlindungan kepada Allah SWT.

However, selalu ada sisi positif yang bisa kita petik dari seburuk-buruk cerita:

1. Sisi kehambaan.
Sebastian sangat patuh ke Ciel. Begitu penurut dan bangga sebagai butler dari Chiel. A perfectionist in every task. Fast delivery. Well I think sebagai muslim yang menghamba pada Allah, kita jg harus jauh lebih keren dari Sebastian. And should always proud to be a Muslim.

2. Musuh bersama.
Apapun agamanya, selalu ada iblis yang merupakan musuh bersama. Dan seakan semua sepakat kalau iblis itu immortal. At least a common enemy can make us unite. Kita bekerja sama dalam hal yang kita sepakati bersama, dan bertoleransi dalam hal perbedaan.

Udah deh dua itu aja. I am not recommending you to read the manga. But if you do, please notice the opinion about demon. Demon atau iblis itu bersumpah untuk menyesatkan manusia dengan cara apapun. Berharaplah, bergantunglah hanya kepada Allah SWT. Bukan kepada yg lain apalagi iblis. Semoga kita senantiasa dalam perlindungan Allah SWT.

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d bloggers like this: